13 & 20 APRIL 2026 – Training TPS dan PKK (Pemimpin Kelompok Kecil kembali dilakukan di tahun ini. Training ini berlangsung 2 kali, mengangkat tema “Menanamkan Beban Mengasihi Jiwa” dan “Menjalin Kedalaman Relasi”. Melalui kedua training ini, TPS dan PKK diajak untuk dapat menunjukkan kasih secara nyata seperti yang Tuhan ajarkan. Kiranya TPS, PKTB dan PKPA juga dapat semakin diteguhkan dalam mengusahakan fokus pemuridan di tahun ini, yaitu “Murid yang menghasilkan murid”.



25 APRIL 2026 – Rally KPA dan Rally KTB kembali dilaksanakan di semester ini. Persekutuan rally kali ini mengangkat tema sesuai dengan kebutuhan siswa yang dibina dalam kelompok kecil.
Pada Rally KPA judul yang diangkat adalah “To Infinity and Beyond”. Melalui persekutuan rally ini, siswa-siswi SMP diajak untuk melihat pertumbuhan sebagai sesuatu hal yang perlu diperjuangkan seumur hidup. Dengan demikian, diharapkan siswa yang dilayani juga dapat mau untuk tetap bertumbuh dalam kelompok kecil sekalipun sudah lulus SMA.
Sedangkan, pada Rally KTB, judul yang diangkat adalah “Deeply Known”. Tema ini menyoroti tentang penting kedalaman relasi dalam KTB di tengah tantangan teknologi dan perkembangan dunia. Melalui persekutuan ini, setiap siswa diajak untuk dapat lebih terbuka dan menjadikan KTB sebagai tempat yang aman untuk bertumbuh dalam Kristus.
Melalui Gathering ini, pelayan di komponen pelayanan siswa diajak untuk bersukacita bersama sembari membagikan dinamika pemuridan di dalam kelompok sharing dan saling mendoakan. Kiranya, melalui gathering ini dapat kembali menguatkan dan membangkitkan semangat pemuridan dari setiap pelayan pelayanan siswa di kota Semarang.
Bersyukur atas setiap rangkaian persiapan Kamp Pengutusan yang telah dilakukan. Menjelang pelaksanaan Kamp Pengutusan yang semakin mendekat, seluruh Panitia dan Pelayan telah mengikuti Technical Meeting. Bersyukur juga TPS beserta panitia dan petugas Kamp Pengutusan telah melaksanakan doa bersama. Kiranya, di tengah banyaknya hal yang masih perlu dikerjakan ini, seluruh panitia dan petugas dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk melayani dalam Kamp Pengutusan yang akan dilaksanakan pada 8-10 Mei 2026.

Ternyata, salah satu hal yang membatasi kita untuk menjadi pemimpin bukanlah kesempatan, melainkan cara kita berpikir! Dalam bukunya “Thinking for a Change”, John C. Maxwell menekankan satu hal yang membedakan orang yang berhasil dan yang tidak, yaitu cara berpikirnya. Banyak orang ingin hidupnya berubah, tetapi tidak menyadari bahwa perubahan sejati selalu dimulai dari dalam. Karena itu, jika kita menginginkan hidup kita berubah ke arah yang lebih baik, sebaiknya kita mulai dengan berpikir secara berbeda; lebih tepat, lebih sehat, dan lebih bertumbuh. Berangkat dari gagasan tersebut, Persekutuan Alumni Semarang bulan April mengangkat tema “Thinking for a Change: Part 1” yang mengupas 3 bab pertama dari buku karangan John C. Maxwell tersebut. 2 bab yang membahas “nilai-nilai berpikir baik” dan dampak dari cara berpikir yang diubahkan disajikan oleh Okti sebagai pengantar untuk mendiskusikan bab ke 3 dalam kelompok. Yang menjadi bahan diskusi adalah menjabarkan cara berpikir yang baik menjadi tindakan. Doakan para alumni yang hadir bisa mengambangkan cara berpikir yang baik dan terus bertumbuh dalam hikmat yang benar. Dan para alumni tidak hanya memperbaiki apa yang terlihat di luar, tetapi berani membenahi cara berpikir dari dalam.



Pada bulan April kemarin, persekutuan pra-alumni kembali hadir dengan tema “The Art of Connection”. Tema ini memperlengkapi pra-alumni bagaimana mempengaruhi orang lain, berkomunikasi, dan pengembangan diri. Pra alumni belajar mengembangkan kemampuan negosiasi, berinisiatif, menjangkau dan membangun koneksi dengan orang lain. Berharap melalui persekutuan ini pra alumni ditolong untuk bisa tanggung jawab dan mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi saat ini yang akan bermanfaat di dunia kerja nantinya.