Sharing KATA Mahasiswa 2019

Shalom, perkenalkan saya Viola perwakilan dari panitia KATA Mahasiswa 2019. Bersyukur kepada Tuhan Yesus atas setiap penyertaan-Nya mulai dari pembentukan panitia, persiapan, sampai pada akhirnya KATA boleh terselenggara dengan baik dan lancar. Selain itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada staff Perkantas Semarang, tim pembimbing pelayanan mahasiswa Semarang, kakak-kakak alumni, serta teman-teman mahasiswa semua yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam acara KATA Mahasiswa 2019.

KATA Mahasiswa tahun ini diadakan pada hari Sabtu, 14 September 2019 di GKJ Banyumanik. Acara ini dihadiri sebanyak 109 mahasiswa Kristen dan Katolik yang berasal dari berbagai kampus dan fakultas di kota Semarang.

KATA Mahasiswa tahun ini mengusung tema “Encounter” yang artinya perjumpaan, dengan membedah bagian tokoh “Zakheus”, bagaimana ia bertobat dan menunjukkan perubahan hidup setelah menerima Yesus. Mungkin, cerita mengenai Zakheus merupakan cerita yang sudah biasa didengar oleh banyak orang, namun ada beberapa penekanan yang menarik yang disampaikan Pak Rudyanto, selaku pembicara KATA Mahasiswa 2019.

Zakheus merupakan seorang pemungut cukai. Pemungut cukai merupakan penarik pajak pada zaman Romawi. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang berdosa karena adanya pemerasan dan banyak kecurangan serta licik agar dapat sukses dalam pekerjaan ini. Kabar Yesus yang memberikan harapan bagi orang-orang di Galilea terdengar sampai ke Yudea, ke telinga Zakheus. Hal ini membuat Zakheus penasaran. Keingintahuan Zakheus menunjukkan ketidakbahagiaannya, namun justru menjadi awal untuk mau mengenal Yesus lebih lagi.

Ketika Yesus melihat Zakheus yang berada di atas pohon, agar dapat melihat-Nya, Yesus menyuruh Zakheus untuk turun. Ketika membaca bagian ini, dapat dirasakan bahwa Yesus memberikan perintah dengan ramah dan penuh kasih, bahkan Yesus berkata “harus menetap di rumahmu”. Zakheus yang seorang berdosa pun kaget sekaligus senang. Di sinilah bentuk perjumpaannya. Hal yang menarik adalah terlihat sifat Yesus yang ramah bukan pemarah, hati Allah bukanlah hati yang berkobar-kobar dengan amarah untuk menghukum orang berdosa melainkan bergelora dengan cinta yang ingin menyelamatkan orang berdosa, tangan Yesus terbuka bagi orang berdosa, serta Yesus menawarkan persahabatan, persekutuan, dan penerimaan kepada orang berdosa. Hal ini yang membuat Zakheus pun bertobat dan bahkan berubah sehingga mau memberikan setengah dari miliknya dan mengembalikan apa yang telah dirampas hingga empat kali lipat. Terjadilah keselamatan atas Zakheus.

Allah mau berjumpa dengan setiap pribadi kita. Ia menawarkan perjumpaan, persahabatan, persaudaraan, keselamatan, hidup baru, dan perubahan dalam hidup dengan penuh kasih.

Melalui KATA Mahasiswa 2019, diharapkan mahasiswa Kristen dan Katolik di kota Semarang mengalami perjumpaan pribadi dengan Allah yang dapat menghasilkan transformasi kehidupan yang semakin serupa dengan Kristus.

Sekian sharing KATA Mahasiswa 2019 ini. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian sharing ini. Kiranya dapat bermanfaat dan memberkati teman-teman semua. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.